Kemenag Rumuskan Aturan Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah Berbasis Agama

0
38
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi

JAKARTA, LINDUNGAN ANAK.COM – Kementerian Agama berinisiasi untuk menyusun Peraturan Menteri Agama tentang Pencegahan dan Penanggulangan  Kekerasan terhadap Anak di Satuan Pendidikan Berbasis Agama yang diterima antara di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi dalam keterangan tertulisnya keterangan tertulisnya yang diterima Antara di Jakarta pada Minggu (12/1/2020).

“Penerbitan PMA tersebut sifatnya mendesak,” kata Zainut.

Diakuinya, hingga saat ini di lingkungan Kemenag belum ada regulasi yang mengatur masalah pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak, sementara kasus-kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat.

BAJA JUGA :   Disahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jambi

Dikatakannya, pencegahan kekerasan anak itu sebagai respons instruksi Presiden Joko Widodo dalam rangka mengatasi masalah kekerasan terhadap anak.

Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas di Padang Panjang yang pernah terjadi kekerasan anak sesama siswa/santri

Dalam catatan Presiden, kasus kekerasan pada anak, baik kekerasan seksual, emosional, fisik, maupun penelantaran mengalami kenaikan signifikan, yaitu 1.975 laporan pada 2015 menjadi 6.820 pada 2016.

“Sehingga diharapkan PMA tersebut dapat memberikan panduan kepada para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak,” kata dia.

BAJA JUGA :   Sepasang ABG Aceh Tertangkap Mesum di Atap Masjid, Peran Orangtua Dipertanyakan

Masih menurut Zainut, PMA tersebut setidaknya akan memuat tiga masalah, yakni mengoptimalkan pencegahan kekerasan terhadap anak melalui satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

Selain itu, kata dia, membuat sistem layanan pengaduan terkait kasus-kasus anak, serta membangun sistem manajemen informasi penanganan kasus anak menuju penanganan yang lebih komprehensif.

Zainut mengatakan Kemenag menargetkan PMA tersebut segera selesai sehingga dapat segera disosialisasikan.

BAJA JUGA :   Anak Gadisku Disuruh Ayahnya Membawa Narkoba

PMA, kata dia, akan lebih memprioritaskan pada aspek pencegahan. Aksi pencegahan dilakukan dengan berbagai model kampanye, model-model sosialisasi, dan edukasi publik.

Upaya itu, lanjut dia, bukan hanya menarik akan tetapi memunculkan kepedulian sosial pada persoalan kekerasan terhadap anak.

“Presiden sangat berkomitmen untuk terus mengoptimalkan upaya pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi terhadap masalah kekerasan anak, agar anak-anak  Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter,” katanya. *

Sumber: Antara

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here