Siswi SMP Diberhentikan karena Ucapkan Selamat Ulang Tahun pada Teman, KPAI Nilai Berlebihan

0
53
Ilustrasi ucapan ulang tahun lewat media sosial

SOLO, LINDUNGIANAK.COM – Seorang siswi di SMP IT Nur Hidayah Solo, inisial AN, dikeluarkan dari sekolah karena mengucapkan selamat ulang tahun untuk teman lawan jenisnya. Namun, siswa laki-laki yang mendapatkan ucapan tidak dikeluarkan dari sekolah.

SMP IT Nur Hidayah Solo rupanya memang memberlakukan larangan anak didiknya menjalin hubungan yang berlebihan dengan lawan jenis. Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala SMP IT Nur Hidayah, Zuhdi Yusroni.

“Siswi tersebut (AN) sudah berulang kali melanggar peraturan. Selama masa hukuman, dia (AN) melakukan pelanggaran lagi,” ujarnya, Sabtu (11/1).

Ia menuturkan, peraturan yang paling sering dilanggar oleh AN adalah melakukan hubungan yang berlebihan dengan lawan jenis. Ketika seorang siswa/i melanggar peraturan, maka akan diberikan sanksi poin. Tiap peserta didik memiliki batasan poin yang jika angkanya melebihi yang telah ditentukan, maka siswa/i bisa dikeluarkan.

Rupanya, jumlah poin pelanggaran AN telah melebihi ambang batas yang ditentukan oleh pihak sekolah. Namun, hal ini tidak terjadi pada siswa yang mendapatkan ucapan selamat ulang tahun, di mana poin pelanggarannya belum mencapai batas maksimal.

“AN pernah menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Tapi AN sepertinya tidak jera, malah beberapa kali melakukan pelanggaran lagi setelah kena sanksi,” paparnya.

Zuhdi mengungkapkan, ketika AN melakukan pelanggaran pertama kali, sekolah telah melakukan pembinaan. Tak hanya itu, pihak sekolah juga telah memanggil orang tua AN beberapa kali.

BAJA JUGA :   Lagi, Tiga Kakak-Beradik Jadi Korban Cabul di Batam

“Sejak awal (pertama masuk sekolah), calon siswa sudah ditegaskan bahwa tidak boleh ada interaksi berlebihan dengan lawan jenis, itu termasuk pelanggaran berat,” kata Zuhdi.

Rupanya, sebelum AN mengirimkan surat ucapan selamat ulang tahun pada teman laki-lakinya, ia mendapatkan surat ucapan selamat ulang tahun dari siswa yang bersangkutan. Teman laki-laki AN, meminta agar AN mengirimkannya surat balasan ketika ia berulang tahun.

Alhasil, AN memberikan surat pada teman laki-lakinya tersebut yang berisi ucapan selamat ulang tahun. Surat tersebut diketahui oleh ibu dari teman laki-laki AN. Mengetahui hal tersebut, ibu dari teman laki-laki AN melaporkannya pada guru BK.

Kasus ini rupanya bukan kali pertama di SMP IT Nur Hidayah Solo. Sejumlah siswa juga telah dikeluarkan lantaran jumlah poin pelanggaran yang melebihi batas.

“Dulu pernah ada yang ketahuan nyaris berhubungan badan di luar sekolah. Terus dilaporkan, kami langsung kembalikan ke orang tuanya,” ujar Zuhdi.

KPAI Nilai Sanksi Tersebut Berlebihan

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan keputusan SMP IT Nur Hidayah Solo yang mengeluarkan siswi inisial AN karena mengucapkan selamat ulang tahun kepada lawan jenis. KPAI menilai sekolah terlalu berlebihan menetapkan aturan dan sanksi.

“KPAI menilai sekolah terlalu berlebihan menetapkan aturan sekolah dan menerapkan sanksi, walaupun sekolah menyatakan sudah diketahui di awal anak dan orangtua saat mendaftar atau masuk ke sekolah tersebut dan mengaku sudah melakukan pembinaan terhadap ananda AN,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti saat dihubungi, Sabtu (11/1/2020).

Retno menilai sekolah tersebut melanggar hak atas pendidikan ananda AN karena mengeluarkan secara tidak adil. Menurutnya, yang dilakukan sekolah tersebut berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap AN.

“Sekolah melanggar hak atas pendidikan ananda AN karena mengeluarkan secara tidak adil dan berpotensi menimbulkan stigma negatif bagi ananda AN ketika dia bersekolah di tempat lain,” ucapnya.

Padahal, menurut Retno mengucapkan selamat ulang tahun merupakan hal yang wajar dalam sebuah pertemanan dan sosialisasi anak dengan kawan-kawannya. Selain itu, Retno menjelaskan secara psikologi anak dan psikologi perkembangan anak, pada usia remaja 13-15 tahun (SMP/sederajat) memang dalam fase mulai memperhatikan lawan jenis.

Menurutnya, dalam fase tersebut yang harusnya dilakukan adalah memberikan pendampingan dan edukasi, bukan malah mengekang. Ia berpendapat sekolahan tersebut tidak memahami tentang psikologi anak.

“Sekolah tidak memahami psikologi anak dan psikologi perkembangan anak. Anak usia remaja 13-15 tahun (SMP/sederajat) memang dalam fase mulai memperhatikan lawan jenis. Bukan harus dikekang, tetapi dikontrol dan diedukasi. Kalau kita sebagai orang dewasa khawatir karena pada masa ini remaja sangat rentan melakukan hal – hal negatif terhadap seksualitas yang mulai berkembang, maka yang harus dilakukan adalah melakukan pendampingan dan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi,” tutur Retno.

Diterima di Sekolah Lain

Siswi AN yang dikeluarkan dari SMP IT Nur Hidayah Solo karena akumulasi kesalahan aturan sekolah termasuk karena mengucapkan selamat ulang tahun, dipastikan kini sudah sekolah lagi. Dia sudah diterima di sekolah lain.

“Hari pertama masuk sekolah kemarin masih ke sini anak dan orang tuanya. Tapi anak ini sudah dapat sekolah baru, sudah masuk,” ujar Kepala SMP IT Nur Hidayah, Zuhdi Yusroni, Sabtu (11/1/2020).

Hal serupa juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Etty Retnowati. Dia mengaku memantau masalah tersebut. Namun dia memastikan bahwa AN sudah bersekolah lagi di salah satu SMP di Laweyan, Solo.

“Anaknya sudah dapat sekolah. Saya sudah tugaskan Kabid SMP kalau memang ada yang perlu ditindaklanjuti. Yang jelas, seluruh anak di Solo harus bersekolah. Silakan lapor ke kami jika tidak dapat sekolah,” ujar Etty, Sabtu.*

Sumber: detik.com

 

BAJA JUGA :   Bejat! Pemuda dan Remaja Sekap dan Perkosa Gadis Belia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here