Aksi Remaja Asah Pedang di Batuaji Membuat Ibu-ibu Ketakutan

0
1635
Aksi lima remaja saat ngumpul-ngumpul depan rumah sambil asah pedang ketika warga lewat

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Aksi lima remaja laki-laki yang berkumpul sambil mengasah pedang terjadi Perumahan Bambu Kuning, Batuaji, Batam membuat warga terutama ibu-ibu ketakutan takut senjata tajam tersebut disalahgunakan untuk perkelahian atau aksi kejahatan.

Warga khawatir pedang tersebut disalahgunakan oleh remaja tanggung tersebut untuk menakuti orang atau melakukan tindak pidana. Tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, salah warga Perumahan Bambu Kuning memilih melaporkannya ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam laporannya, seorang ibu warga di lokasi kejadian mengirimkan lima orang remaja sedang berkumpul di depan rumah salah seorang remaja tersebut. Tidak sekedar beberapa foto beberapa , salah seorang terlihat mengasah pedangnya yang berkuruan panjang. Sementara remaja lainnya, memegang sarung pedang tersebut.

BAJA JUGA :   Anak Rentan Jadi Korban Kejahatan Seksual

Dua polisi saat mengamankan pedang dan memberikan penyuluhan kepada remaja tersebut.Kejadian tersebut terjadi Senin (13/1/2020) sore di depan rumah salah seorang remaja.

‘’Remaja tersebut sering ngumpul-ngumpul di rumah tersebut hingga lahut malam. Kalau malam lebih meresahkan lagi. Tidak seperti remaja lain yang berada di pengawasan orangtua,’’ ujar sumber lindungianak.com yang juga salah satu relawan perlindugan anak di Kota Batam

KPPAD Kepri langsung merespon cepat pengaduan tersebut dengan segera menghubungi Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunte untuk segera mengamankan pedang yang diasah oleh remaja tersebut.

BAJA JUGA :   Rafa Akhirnya Meninggal Menyusul Rafi, Kembar yang Alami Dehidrasi

Tidak butuh waktu lama bagi kepolisian bergerak menanggapi pengaduan tersebut. Dua orang Babimkantibmas Polsek Batuaji untuk daerah tersebut langsung turun ke lokasi untuk mengecek apa yang terjadi di sana. Polisi menyita pedang panjang tersebut untuk diamankan di Polsek Batuaji.

Sementara kelima anak tersebut dikumpulkan dan diberikan pengarahan agar tidak main-main dengan pedang dan senjata tajam lainnya. Setelah diberikan penyuluhan, kelima anak tersebut membubarkan diri untuk kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan informasi lindungianak.com, rumah tersebut sering menjadi tempat ngumpul-ngumpul para remaja. Orangtua anak tempat ngumpul tersebut sudah bercerai atau berpisah sehingga kegiatan di rumah tersebut luput dari pengawasan orangtuanya.

BAJA JUGA :   Prosedur Adopsi Anak Secara Resmi

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah melakukan upaya mencegah terjadinya tindakpidana yang dilakukan anak dengan memberikan laporan kepada KPPAD atau kepolisian.

‘’Hal tersebut merupakan salah satu upaya masyarakat melindungi anak dan turut serta dalam perlindungan anak yang dilakukan KPPAD dan lembaga perlindungan anak lainnya,’’ kata Erry.

Erry meminta supaya orangtua lebih meningkatkan pengawasan pengaulan anaknya baik di rumah dan di tengah lingkungan masyarakat. Jangan sampai anak terjerumus atau bergaul dalam kelompok sebaya yang mengarah pada hal-hal negatif dan tindak pidana. (redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here