PKL Siswa-siswi SMK Putra Jaya Dibekali dengan Perlindungan Anak

0
271
Siswa-siswi antusias tanya jawab soal perlindungan anak dengan KPPAD Kepri

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Siswa-siswi SMK Putra Jaya School dari berbagai jurusan yang akan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di berbagai dunia usaha mendapatklan pembekalan dari ebrbagai pihak. Salah satunya tentang perlindungan anak dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri.

Pembekalan tentang perlindungan anak diberikan oleh Erry Syahrial, Ketua KPPAD Kepri, Kamis (16/1/2020) bertempat di Sekolah Putra Jaya School Batam yang terletak di Seinapas, Batam. Selain KPPAD, narasumber kegiatan yang berlangsung  selama dua hari ini berasal dari BNN, kepolisian, dunia usaha dan lainnya.

Rencananya PKL mulai dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2020 dan berlangsung selama 4 bulan. Selama kegiatan PKL, selain ada guru pengawasan, keterlibatan orangtua juga sangat besar dalam mengawasi anaknya selama PKL berlangsung.

Foto bersama usai pembekalan

‘’Sebelum terjun ke lapangan yang ditempatkan ke bebragai dunia usaha di Batam, kita membelaki siswa-siswi tersebut terlebih dahulu agar mereka lebih siap. Selain itu untuk mengantisipasi permasalahan yang muncul selama PKL terhadap para siswa-siswi,’’ ujar Slamet, Wakil Kepala SMK Putra Jaya School Batam kepada lindungianak.com.

Kekhawatiran Wakepsek tersebut sangat beralasan. Ketua KPPAD Kepri  mengungkapkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali mendapatkan pengaduan dan menangani permasalahan siswa PKL di industri atau dunia kerja. Baik siswa-siswi tersebut menjadi korban maupun sebagai pelaku tindak pidana.

BAJA JUGA :   Modusnya Jalan-jalan, Ujung-ujungnya Dicabuli Paksa

Dalam paparannya saat pembekalan, Erry Syahrial sangat mendukung kegiatan pembekalan yang diberikan berbagai lembaga tersebut. Jangan sampai terjadi hal-hal  yang rentan terjadi pada siswa-siswi PKL karena kurangnya pengawasan guru dan orangtua.

‘’Di dalam dunia kerja dan berbaur dengan orang dewasa, siswa-siswi PKL termasuk kelompok anak yang rentan sehingga perlu pengawasan termasuk pengawasan dari dunia usaha sendiri,’’ kata Erry.

Tempat PKL dan bentuk pola interaksi serta kondisi dalam PKL harus ramah anak. Jangan sampai muncul kasus dan permasalahan anak seperti eksploitasi, kekerasan (fisik, psikis, seksual seperti pencabulan, pelecehan), intimidasi, diskriminasi, perlakuan salah dan penelantaran pada anak.

BAJA JUGA :   Dua Anak di Bintan Diduga Alami Gizi Buruk, Satu Sudah Meninggal

Permasalahan lainnya yang bisa timbul dan harus diingatkan dari awal terjadinya kehamilan, tindak pidana pencurian dan lainnya.

Erry Syahrial, Ketua KPPAD Kepri

‘’Kasus-kasus seperti itu terjadi pada siswa-siswi PKL dan pernah kita tangani. Jangan sampai terjadi pada siswa-siswi SMK Putra Jaya yang melaksanakan PKL,’’ ujar Erry.

Agar dapar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, KPPAD Kepri memberikan kisi-kisi perlindungan anak bagi siswa-siswi yang akan melaksanakan magang. Diantaranya peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang aturan mempekerjakan anak terkait dengan pekerjaan dalam rangka bagian kurikulum pendidikan atau pelatihan.

Menurut Erry, anak atau siswa dapat melakukan pekerjaan yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang dengan ketentuan usia paling sedikit 14 tahun, diberi petunjuk yang jelas tentang cara pelaksanaan pekerjaan serta mendapat bimbingan dan pengawasan, anak harus diberi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

BAJA JUGA :   Penjualan Kondom Naik, KPPAD Kepri Ingatkan Pengawasan Anak pada Momen Tahun Baru

‘’Kita mengingatkan dunia usaha dan pekerja jangan sampai memanfaatkan siswa-siswi yang sedang melaksanakan PKL

Erry juga memberikan kiat bagaimana siswa-siswi  menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama PKL, paham soal hak-haknya sebagai anak, bentuk-bentuk perlindungan yang diberikan kepada anak oleh negara sehingga tidak perlu khawatir dimana pun beraktifitas.

Siswa-siswi juga diminta tetap fokus pada kegiatan PKL karena usai kegiatan mereka akan kembali bersekolah seperti biasa. Jadikan PKL sebagai persiapan untuk masuk dunia kerja, tapi sebenarnya belum bekerja.

‘’Bila terjadi permasalahan sebagaimana di sebut di atas maka siswa-siswi tahu kemana mengadu atau meminta bantuan,’’ pungkas Erry.(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here