Beredar Isu Penculikan Anak di Kepulauan Meranti, Ternyata Ulah Pelaku Pencabulan

0
153
Konferensi pers isu penculikan anak yang heboh di Selatpanjang, ternyata pelakunya adalah pelaku pencabulan

SELATPANJANG, LINDUNGIANAK.COM – Terkait beredarnya isu penculikan anak di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau yang sempat membuat heboh warga, kini telah terbongkar setelah pihak kepolisian meringkus diduga pelaku penyebar isu tersebut. Ternyata pelaku terlibat kasus pencabulan pada anak.

Dalam Press Release yang dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, didampingi Kasat Reskrim Polres AKP Ario Damar SH SIK, dan Kanit PPA Bripka Desi Swinta Dewi serta Tim Reskrim Polres Kepulauan Meranti memaparkan kalau isu penculikan anak tersebut sudah terbongkar.

“Isu penculikan anak tidak ada, namun pengakuan pelaku dia melakukan kedekatan terhadap anak (perempuan) hanya untuk melampiaskan hawa nafsu nya saja, bahkan pelaku mengakui kalau dirinya sudah melakukan hal tersebut sebanyak 16 kali,” ungkap Taufiq, Kamis (16/1/2020).

Dijelaskan kapolres, untuk pengguna media sosial (medsos) yang ada dim Kepulauan Meranti agar benar-benar bijak dan memahami sumber yang jelas. Jangan hanya terpancing akan isu yang belum begitu jelas sehingga membuat masyarakat semakin risau.

BAJA JUGA :   Kemenag Rumuskan Aturan Pencegahan Kekerasan Anak di Sekolah Berbasis Agama

“Intinya, jangan terlalu percaya akan isu yang menjadi kekhawatiran masyarakat ramai. JT warga Selatpanjang yang kita amankan ini sudah mengakui kalau keresahan yang ada di Meranti memang perbuatannya dan pelaku hanya ingin melampiaskan hawa nafsunya saja,” jelasnya.

Ditambahkan kapolres, kalau pelaku tersebut melakukan aksinya ketika ada kesempatan disitu dirinya melakukan perbuatan tersebut.

“Atas perbuatan tersebut pelaku dikenakan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara. Kita menghimbau kepada orang tua agar selalu mengawasi anak-anak dan selalu waspada,” ingat kapolres kelima Kepulauan Meranti itu.

Sebagaimana diketahui, JT (19) warga Jalan Pembangunan III, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, diamankan aparat kepolisian Polres Kepulauan Meranti pada Senin (13/1/2020) lalu atas dugaan tindak pidana melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.

Saat itu, JT sempat dilaporkan pihak keluarga salah satu korban yang melihat langsung aksi terduga pelaku yang hendak melancarkan aksinya.

Pelaku sempat menarik tangan kiri korban untuk naik keatas sepeda motor matic warna biru yang dikendarainya, dengan maksud bisa mencium pipi korban dan meraba payudara sehingga korban merasa ketakutan, namun aksinya kepergok oleh ibu korban hingga pelaku pun melarikan diri. Akibat peristiwa itu pula, warga sekitar pun heboh dengan isu penculikan anak.

BAJA JUGA :   Siswi SMP Dicabuli hingga Hamil 4 Bulan, Pelaku Kabur

Bayi yang Dilaporkan Diculik Ternyata Dijual Orang Tuanya

Isu penculikan anak juga merebak di Pasuruan, Jawa Timur. Setelah melakukan penyelidikan terkait hilangnya Karin Maulidia Novantara, Satreskrim Polres Pasuruan menyebut jika bayi yang baru berumur 2 bulan tersebut ternyata dijaminkan oleh orangtuanya.

Ilustrasi pelaku penjualan bayi

Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Sunarti mengatakan di balik informasi dan laporan palsu yang dibuat oleh pasangan suami istri (pasutri) yang mengaku menjadi korban tersebut terdapat modus aksi kriminal dugaan kasus penjulan bayi.

“Ternyata laporan Saudari Eka Septiana bersama suaminya Gunawan Wibisono adalah hoaks. Ternyata kedua pasutri ini menjual bayinya,” tegas Ipda Sunarti, Kamis (16/1/2020).

Ia menyebut upaya pasutri dengan memberikan laporan kepada polisi dan menyebarkan di media sosial (medsos) Facebook yang viral tersebut adalah keterangan palsu.

BAJA JUGA :   Menteri PPPA Menangis, Banyak Anak Korban Pedofil, hingga Ada yang Meninggal

“Mereka memberikan laporan palsu kepada polisi dan menyebarkan kabar bohong di media sosial,” ujarnya.

Saat ditanyakan tentang identitas pembeli bayi dan berapa nominal uang yang dikeluarkan oleh pembeli, Ipda Sunarti tidak mau berkomentar.

“Lebih jelasnya besok ya. Besok akan kami rilis. Yang jelas, kabar hilangnya bayi karena diculik itu hoaks. Itu hanya menutup-nutupi jika bayi itu dijual,” tukasnya.

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda mengatakan pihaknya telah mendatangi TKP untuk menyelidiki laporan penculikan bayi tersebut.

“Namun saat kita cek di TKP, di CCTV tidak ada bukti keberadaan kedua pelapor di TKP. Baik di RSUD Bangil, ataupun di CCTV depan penjara dan Pasar Bangil,” jelas Adrian.

Berdasarkan itu, polisi menyimpulkan jika korban melakukan tidakan kriminal, di balik laporannya tersebut. “Saya pastikan 100 persen dari awal kasus ini adalah hoaks,” tutupnya.*

Sumber: GoRiau.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here