Pelajar yang Bunuh Begal karena Membela Pacar Didakwa Seumur Hidup

1
171
Pelajar yang menjadi tersangka kasus pembunuhan (baju merah kepala tertutup) saat kasus ditangani kepolisian.

MALANG, LINDUNGIANAK.COM – Kasus ZA (17), pelajar SMA di Kabupaten Malang yang membunuh begal karena melindungi pacarnya yang hendak diperkosa sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang.

ZA didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman paling berat penjara seumur hidup. Sidang dakwaan itu berlangsung pada Selasa (14/1/2020).

Lukman Chakim, salah satu pengacara ZA menyayangkan Pasal 340 KUHP dalam dakwaan tersebut. Menurutnya, pasal itu tidak sesuai karena mengandung unsur perencanaan.

BAJA JUGA :   KPPAD Kalbar Bicara Soal Video Mesum Siswi yang Viral

“Dakwaannya ada tiga sebetulnya. Primernya Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, Pasal 351 Ayat 3 KUHP,” kata Lukman, Kamis (16/1/2020).

“Pasal 340 ini yang sangat janggal. Di mana, 340 ini ada unsur perencanaannya. Karena itu kami sayangkan,” ujar dia.

Lukman menegaskan, kronologi pembunuhan oleh ZA tidak memenuhi unsur Pasal 340 KUHP. Karena itu, pihaknya akan berusaha untuk membantah dakwaan tersebut. Sebab, ZA dalam posisi membela diri saat membunuh begal yang berusaha memperkosa pacarnya.

BAJA JUGA :   Istri Habisi Suami Gara-gara Sering Mencabuli Anak

“Pasal 340 ketika itu terbukti, memang dakwaan paling berat seumur hidup,” ujar dia.

Pihaknya masih berusaha mencari saksi ahli dari pakar hukum pidana untuk membantah pasal 340 KUHP dalam dakwaan tersebut.

ZA Disidang Tertutup

ZA didampingi oleh lima pengacara yang tergabung dalam BRH and Associates Law Office, yakni Bhakti Riza Hidayat, Lukman Chakim, Novi Zulfikar, Moch Asni Fitrian dan Afrizal Multi Wibowo.

Ilustrasi sidang pelaku anak atau anak berhadapan dengan hukum yang berlangsung tertutup

Pihak Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, belum bisa dikonfimasi terkait dakwaan tersebut.

BAJA JUGA :   Bayi Lima Bulan Lolos dari Maut Setelah Dikubur Ibunya Hidup-hidup

Kasus ZA terjadi pada Minggu (8/9/2019) di area tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. ZA yang sedang bersama pacarnya didatangi oleh Misnan dan dua orang temannya.

Misnan bermaksud hendak membegal ZA dan melontarkan ucapan akan menggilir pacar ZA berinisial V. Atas kejadian itu, ZA lantas membela diri dan menusukkan pisau ke dada Misnan hingga tewas. Begal lainnya juga diamankan karena melakukan pembegalan dan percobaan perkosaan.*

Sumber : kompas.com

1 KOMENTAR

  1. Mana keadilan yg sesungguhnya padahal Begal itu sangat menakuti pada masyarakat dan udh sepantasnya dibunuh apa lagi Begal udh berniat utk mmperkosa wanita itu udh sangat2 biadap kenapa ZA 17 thn yg dihukum seumur hdup apalagi za seorg pelajar berati masih seorg siswa. sementara begal itu sangatlah menakuti bagi masyarakat umum jadi penegak hukum tegaklah dgn hukum yg seadil2nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here