Bayi Kembar Siam Zakia Tanta Miliki Satu Jantung, hanya Satu yang Bisa Diselamatkan

0
145
Bayi kembar siam Zakia Tanta saat ditangani intensif di RSBP Batam. Penanganan pemisahan bayi kembar ini melibatkan 30 dokter

BATAM, LINDUNGIANAK.COM- Suci Risky (33), tak kuasa menahan buliran air mata yang jatuh saat memandangi bayi laki-laki hasil pernikahannya dengan Hidayan yang ternyata lahir dalam kondisi kembar siam.

Zakia Tanta, itulah nama yang diberikan pada buah hatinya yang kini dalam perawatan tim medis kesehatan Rumah Sakit BP Batam, Sekupang Batam.

Wanita yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan industri di Punggur Batam tersebut tak menyangka anak ketiganya bakal lahir dengan kondisi fisik yang tidak normal.

Pasalnya, sejak Zakia dalam kandungan tak pernah terdeteksi ada masalah dengan bayinya.

Bahkan, saat lahir ke dunia tanggal 7 Desember 2019 pun, bayinya tersebut lahir secara normal di rumah sakit.

Sembari duduk di sofa Rumah Sakit Badan Pengusaha Batam, Jumat (17/1/2020), Suci Risky bercerita bahwa kelahiran sang bayi dengan berat badan 8 kg tersebut membuatnya kaget.

Selama Suci mengandung, tidak ada gejala ataupun masalah yang dihadapinya. Bahkan saat ia melakukan pemeriksaan USG, bayi nya dinyatakan sehat oleh dokter. Namun, saat melahirkan ia harus menahan rasa sakit dan kaget yang luar biasa.

“Waktu saya mengandung bayi ini hingga usia 7 bulan saya masih aktif bekerja di salah satu perusahaan industri di Punggur. Selama mengandung kehamilan ada 4 kali saya lakukan pemeriksaan di USG,” ujarnya Suci.

Waktu itu, kontrak kerja saya berakhir pada usia kandungan 7 bulan, dan saya putuskan tidak lanjut dan ingin fokus hingga melahirkan.

“Namun, Allah berkata lain, saya melahirkan bayi dengan kondisi seperti ini. Mungkin ini cobaan ya,” kata Suci terlihat tegar.

Bahkan Suci berupaya menutupi kesedihannya dengan selalu melemparkan senyuman bagi orang yang menghampirinya. Selama mengandung, ia mengaku selalu menjaga kondisi janinnya.

“Untuk asupan makanan pun saya selalu berimbang, sama seperti ibu-ibu lainnya,” kata Suci.

Setidaknya ia telah 4 kali konsultasi ke dokter. Ibu dengan tiga orang anak itu mengaku siap menerima bayinya jika memang  hanya satu saja yang bisa diselamatkan.

BAJA JUGA :   Dua Penyekap dan Pemerkosa Anak Ditembak Polisi

“Ini merupakan anak ketiga saya, yang pertama sudah berusia 9 tahun. Saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar,” sebutnya.

Saat ini, Suci berharap uluran tangan semua pihak agar dapat meringankan beban biaya operasi pemisahaan sang anak.

Operasi Menunggu Dua Bulan Lagi

Operasi pemisahan Zakia Tanta rencananya akan berlangsung di RSBP Batam, Batam pada Maret 2020. Hanya Zakia Tanta yang bisa diselamatkan karena hanya ada satu jantung dan satu hati. Kembaran ini hidup berbagi jantung dan hati.

Menejer Medis RSBP Batam Muhammad Yanto mengatakan alasan tim medis menunggu sampai bulan Maret untuk dilakukan operasi pemisahan kondisi bayi sekitar 10 minggu.

“Kita nunggu Hemoglobin (HB) nya sebesar 13,5-10 g/dL (gram per desiliter) sedangkan berat badan mencapai 10 pons atau 5 kg,” ucap Yanto.

Sedangkan kondisi bayi dijelaskan Yanto saat ini kondisi kesehatannya cukup baik, pola makan hingga sistem pencernaan dimiliki bayi kembar siam tersebut cukup baik.

Dikonfirmasi lebih lanjut, jika kondisi bayi lebih baik apakah bisa dilakukan percepatan waktu operasi, Yanto mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan.

“Bisa saja jika kondisi perkembangan bayi lebih cepat mungkin bisa disegerakan operasi tetapi jika kondisi darurat yang dimana harus segera dioperasi maka akan kita lakukan,” ucap Yanto pada Minggu (19/1/2020)

Sedangkan untuk tim yang akan menangani operasi pemisahan bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan itu merupakan tim gabungan.

“Ada dokter dari luar, tim kembar siam provinsi dan tim dari beberapa dokter yang ada di Batam,” tuturnya.

 Pemprov Kepri Bantu Biaya Operasi

Plt Gubernut Kepri Isdianto didampingi Kadis Kesehatan Kepri Tjetjep saat mengunjungi bayi kembar siam di RSBP.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto datang langsung menjenguk Zakia, bayi kembar siam di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam pada Sabtu (18/1). Kedatangan Isdianto siang itu membawa kabar baik, membawa solusi atas kendala biaya dari rencana operasi yang akan dilaksanakan.

BAJA JUGA :   Negara Belum Mampu Menghentikan Pernikahan Usia Anak

Melihat langsung kondisi bayi yang baru berumur 41 hari tersebut, Isdianto yang didampingi pihak dokter rumah sakit, sempat menimang Zakia yang ketika itu tengah menangis. Ia bahkan berbicara langsung dengan Zakia, mengabarkan kalau proses operasi akan segera dilaksanakan.

“Sabar ya nak, sebentar lagi akan dioperasi,” kata Isdianto sambil menyentuh bagian kepala Zakia.

Ia juga memberi semangat kepada ibu dan ayah Zakia, meyakinkan mereka kalau Pemprov Kepri akan terlibat langsung untuk membantu pembiayaan keseluruhan proses operasi pemisahan tersebut.

“Pemerintah pasti ambil bagian, ini bukan kehendak orangtua, tapi ini ujian yang harus dihadapi bersama-sama,” kata dia.

Isdianto melanjutkan, pihaknya menyerahkan semua prosesnya kepada dokter. Ia berharap operasi pemisahan bayi perempuan ini bisa segera dilaksanakan.

Meidy Pasoman, dokter yang akan menangani operasi ini menuturkan, ini adalah operasi pemisahan kedua bayi kembar siam di Batam. Pihaknya berharap proses pemisahaan ini bisa berjalan lancar seperti yang dilakukan pada 2016 lalu.

Pelaksanaan operasi di Batam, memberikan gambaran bahwa layanan kesehatan di Indonesia sudah menyentuh hingga ke daerah. Walaupun proses operasi terbilang rumit seperti pemisahan kali ini.

Sementara untuk biaya sendiri, Manajer Medis RSBP Batam, Muhammad Yanto menuturkan, proses operasi membutuhkan biaya sekitar Rp 1,4 miliar. Hitungan kasar tersebut sudah meliputi proses recovery pasca operasi.

Dibuka Donasi, Ini Nomor Rekeningnya

Tim bayi kembar siam Provinsi Kepulauan Riau membuka layanan donasi untuk operasi pemisahan bayi kembar siam di Batam yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,1 miliar.

Donasi tersebut bisa disalurkan ke nomor rekening Bank BRI di nomor 0331-01-006402-53-8 atas nama Kembar Siam Kepulauan Riau.

Ketua tim bayi kembar siam Provinsi Kepri, dr Indrayanti, mengatakan, pembukaan layanan donasi itu merupakan upaya untuk membantu meringankan beban keluarga Hidayan dalam biaya operasi.

BAJA JUGA :   Bejat! Pemuda dan Remaja Sekap dan Perkosa Gadis Belia

Sebab, keluarga Hidayan yang merupakan sang ayah bayi kembar siam tak mampu menanggung biaya operasi. Bahkan, hingga kini belum ada biaya yang terkumpul agar operasi pemisahan bayi kembar siam dapat dilakukan. Diketahui BPJS hanya mampu menanggung biaya sebesar Rp 11 juta.

Operasi bayi kembar siam yang lahir pada 7 Desember 2019 lalu masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab, pembiayaan operasi membutuhkan anggaran milliaran rupiah.

Di samping itu juga, kita menunggu kematangan fisik dari sang bayi.  Saat ini berat badan bayi kembar tersebut sudah 8 kg, hal itu bertambah dari saat ia dilahirkan. Namun nantinya saat diselamatkan harus seberat 5 kg.

Kata dia, banyak yang harus dipersiapkan dalam melakukan operasi bayi kembar siam. Baik pertimbangan waktu, biaya hingga tim medis. Bahkan ia menyinggung upaya penyelamatan bayi yang hanya dapat diselamatkan satu orang.

“Kita akan lakukan pemisahaan, dari analisa tim media yang bisa diselamatkan hanya satu. karena organ tubuhnya jantung dan hatinya cuman satu. Sehingga tidak memungkinkan keduanya dapat diselamatkan,” ujarnya.

Namun sikap pesimis itu ditepisnya, berbekal kerjasama tim gabungan medis yang sudah berpengalaman pihaknya oftimis bahwa kedua bayi itu akan selamat.

Tim dokter juga optimis bahwa uluran tangan warga Kepri dan Batam dapat meringankan beban keluarga.

Bayi yang lahir 7 Desember 2019 anak Suci Risky warga Nongsa itu hingga kini masih dalam penanganan tim medis rumah sakit. Bahkan untuk menyelamatkan bayi kembar itu, sedikitnya ada 30 orang tim medis yang terlibat.

“Dokter anak, dokter anestesi, dokter torak dan tim radiologi, tim perawat, tim labor dan tim dokter bayi kembar siam pusat, serta dokter konsultan dan dokter ahli lainnya,” terangnya.*

Sumber: tribunbatam.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here