Kasus Bully Selesai, AR Bersekolah di Tanjungpinang, Guru Kena Sanksi SP1

0
351
Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial saat memberikan pandangan dalam RDP Komisi IV DPRD Kepri yang digelar untuk mencari solusi terkait kasus bully yang terjadi di SMKN 1 Anambas

TANJUNGPINANG, LINDUNGIANAK.COM – Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Provinsi Kepri yang membahas soal kasus bully guru SMKN 1 Anambas terhadap salah siswinya berakhir dengan sejumlah keputusan yang melegakan hati AR.

Setelah sempat menangis apa yang dialaminya, AR akhirnya senang dengan keputusan rapat yang dihadiri stakeholder terkait pendidikan dan stakeholder perlindungan anak, Selasa (21/1/2020) siang. Yang membuat senang  AR adalah ketika ia diberikan kesempatan lagi untuk bersekolah. AR bersekolah kembali mulai Rabu (22/1/2020) di salah satu SMKN di Tanjungpinang.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali beberapa kali bertanya kepada AR soal keinginannya untuk sekolahnya. Pertanyaan tersebut dijawab AR dengan mengatakan ingin sekolah. ‘’Saya ingin sekolah di SMKN di Tanjungpinang,’’ jawab AR.

BAJA JUGA :   KPPAD Kepri - Bawaslu Kepri Awasi Bareng Pelibatan Anak dalam Kampanye Pilkada

Kepsek SMKN  di  Tanjungpinang yang hadir dalam pertemuan tersebut langsung menyanggupi menerima siswi AR di sekolah tersebut.

AR sebenarnya sudah sempat masuk SMKN 2 Tanjungpinang sejak awal masuk sekolah 6 Januari 2020 lalu sambil mengurus surat pindahnya selesai. Tak kunjung surat pindahnya selesai, ia jadi khawatir tidak bisa sekolah di situ karena keluarganya diminta segera mengurus administrasi pindah.

Sementara surat pindah dari sekolah asal yang belum ada dan rapornya yang banyak merah menjadi kendala. Akhirnya ia tidak datang lagi ke sekolah dan pergi ke Batam dengan rencana mengambil paket C.

BAJA JUGA :   Diduga Dianiaya, Bayi Meninggal di Gendongan Pengasuhnya

Komisi Pengawasan dan  Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri terus berupaya memenuhi hak untuk bersekolah untuk AR sejak orangtuanya membuat pengaduan dan berharap anaknya bisa sekolah kembali. Komisi IV DPRD Kepri langsung merespon nasib yang dialami AR lewat berita yang viral sehingga digelar pertemuan rapat untuk mencari solusi.

Bagaimana nasib dengan guru yang membully-nya. Berdasarkan  hasil rapat Komisi IV DPRD Provinsi Kepri yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Sirajuddin Nur diputuskan bahwa oknum guru tersebut harus diberikan sanksi surat peringatan pertama (SP1).

‘’Guru tersebut tidak boleh mengulangi lagi perbuatannya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, mendidik dan membimbing anak dengan moral, etika dan budaya. Mudah-mudahan tidak lagi terjadi ke depannya,’’ ujar Sirajuddin Nur saat membacakan keputusan RDP.

BAJA JUGA :   Caleg yang Buron Usai Cabuli Anak Kandung Ditangkap Polisi

Dengan selesainya RDP tersebut, Sirajuddin mengatakan permasalahan tersebut dianggap sudah selesai. Tinggal ke depan bagaimana sosialisasi perlindungan anak di sekolah untuk guru dan siswa diperbanyak.

Di akhir rapat, Ketua KPPAD Kepri Erry Syahrial memberikan rekomendasi yang disetujui oleh Komisi IV DPRD Kepri supaya gencar dilakukan sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA) kepada guru-guru sehingga lebih memahami perlindungan anak di sekolah. Selain itu juga perlu sosialisasi kewajiban anak serta tentang Permendikbud No 82 tahun 2015 yang berisi tentang pencegahan dan penanganan kekerasan kekerasan di sekolah.(redaksi01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here