Ada Potensi Istimewa dalam Diri Anak Anda

0
42
Setiap anak punya potensi yang berbeda-beda. Orangtua hrus mengali dan mengembangkannya.

Oleh: Bob Sadino

Michael Jordan,
Ia berkulit hitam, lahir pada tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York.
Ia memiliki empat orang saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga.

Semenjak kecil, ia melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan masa depannya.

Ketika ia berusia tiga belas tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya,
“Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.”

Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.”

Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering.

Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke stasiun bawah tanah yang ramai, ditawarkannya hingga lebih dari enam jam.

Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan
berlarilah ia pulang.

BAJA JUGA :   Bayi Kembar Siam Zakia Tanta Miliki Satu Jantung, hanya Satu yang Bisa Diselamatkan

Setelah itu, setiap hari ia mencari pakaian bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.

Lebih dari sepuluh hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas
kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”

Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.”

Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar
melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu.

Lalu ia berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian
seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya.

Tuan kecil itu yang berusia sepuluh tahun sangat menyukai pakaian itu, sehingga ia
memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara
dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

BAJA JUGA :   Bocah 9 Tahun Antar Ibunya Sendiri ke Rumah Sakit

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya,
“Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikit pun. Dua bulan kemudian
kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan
promo.

Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi
Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat
seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan
tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah
ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!”

Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak
terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

BAJA JUGA :   Aku Jadi Korban Kekerasan Fisik dan Seksual Ayah Tiri

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala, “Yang engkau katakan
tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya?”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian
bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan…

Potensi diri kita begitu besar, jangan dipandang kecil hanya karena kita terlihat lecek, kumal, dan belum “diasah”.

Tetaplah berusaha dan teruslah mengasah kecerdasan dalam melakukannya.*

SEMANGAT !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here