Diduga Dibully Teman Sekolah, Siswi SMAN 1 Batam Kabur dari Rumah, Ditemukan dalam Kondisi Kritis

0
969
Ilustrasi siswi SMA jadi korban bully di sekolah

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batam berinisial M (16) sempat kabur dari rumah, Selasa (4/2/2020) sore. Diduga M menjadi korban bullying oleh beberapa rekan di sekolahnya.

Belum diketahui pasti alasan M memilih kabur. Namun dari postingan insta story sebuah akun, M diduga menjadi korban bullying oleh beberapa rekan di sekolahnya.

“Adik aku dari kemarin pergi meninggalkan rumah dengan meninggalkan sepucuk surat buat keluarga. Surat pamit dan perpisahan. Di dalamnya, dia bilang dia tidak kuat lagi dibully oleh beberapa orang di sekolahnya,” tulis akun yang diduga sebagai kakak kandungnya.

Dalam postingan itu, akun ini juga menceritakan jika M mendapat bullying secara verbal hingga fisik.

Screenshot video korban bully siswi SMAN 1 Batam yang beredar di media sosial

“Bahkan dari mereka (rekan M) juga mengabadikan video tindakan bully itu. Aku tidak tahu, apakah video ini sudah disebar atau belum. Atau bahkan masih disimpan atau sudah dihapus. Terlepas apapun itu penyebabnya, bullying ini sudah keterlaluan dan berdampak besar bagi adik saya,” sambung pemilik akun itu di postingan miliknya.

BAJA JUGA :   5 Kota/Kabupaten di Kepri Sudah Dapat Panghargaan KLA

Namun, tujuh jam lalu akun ini pun menyebut jika M telah ditemukan dan kini dirawat di salah satu rumah sakit di Batam.

“Terima kasih untuk yang sudah peduli dan ikut mencari,” tulis akun ini lagi sambil mengatakan jika M masih diselimuti rasa trauma.

Akun ini pun berharap tindakan bullying ini tidak terjadi lagi ke depannya.

Dari informasi yang Tribun Batam himpun, diketahui jika M bersekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batam.

Sementara kakak M sendiri masih belum membalas direct message dari wartawan.

Sekolah Akan Ambil Tindakan

Menyikapi ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Batam, Desi Yulinda membenarkan jika M adalah anak didiknya.

BAJA JUGA :   KPAI Terima 153 Aduan Kekerasan di Sekolah, Permendikbud Dinilai Tidak Efektif

“Benar, dan kami pun juga sudah mengerahkan tim untuk mencari saat kabar hilangnya M diketahui. Namun sudah ditemukan hari ini dan sedang dirawat di rumah sakit,” ungkap Desi didampingi oleh Bagian Kesiswaan SMAN 1 Batam, Adam, Rabu (5/2/2020).

Desi sangat menyayangkan jika surat yang ditinggalkan M sebelum kabur itu benar adanya.

“Kalau memang ada bullying, tentu kami akan menyikapinya. Dan kami juga akan mengambil tindakan,” sambungnya.

Menurutnya lagi, M sendiri merupakan siswi kelas XII semester 2.

“Dia siswi semester akhir dan sebentar lagi lulus,” tambahnya.

Untuk sementara, Desi mengaku pihaknya akan mendalami alasan M kabur. Ia melanjutkan, pihak sekolah selama ini tak akan membiarkan peristiwa bullying terjadi begitu saja.

“Kami sudah sering mengatakan ke murid atau orangtua murid jika ada keluhan silahkan laporkan ke guru BP atau pihak sekolah. Artinya, sekolah membuka diri untuk merangkul seluruh siswanya,” paparnya.

BAJA JUGA :   Arus Media Sosial dan Perenungan Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak

KPPAD Telusuri Kejadian

Sementara itu Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPAD) Provinsi Kepri hingga Rabu sore belum menerima laporan terkit kasus tersebut. Namun KPPAD Kepri sudah memantau dari pemberitaan yang berkembang di media sosial yang berlanjut di media massa, terutama  portal berita.

‘’Kasus bully yang terjadi di sekolah menjadi salah satu atensi KPPAD Kepri untuk dicegah dan diselesaikan mengingat kasus seperti ini masih banyak terjadi. Untuk itu kami akan turun mencari  informasi dan melakukan upaya-upaya yang dibutuhkan korban dan pihak sekolah dalam menangani kasus tersebut termasuk mencegahnya terulang di kemudian hari,’’ ujar Erry Syahrial, Ketua KPPAD Kepri.*

Sumber: tribunbatam.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here