Modus Baru Narkoba dalam Bola Mainan Anak, KPAI Minta Segera Ditarik dan Dimusnahkan

0
43
Modus baru peredaran narkoba yang baru terungkap yaitu narkoba di dalam bola mainan anak

JAKARTA, LINDUNGIANAK.COM – Beredarnya video di kalangan masyarakat tentang mainan anak yang mengandung narkoba, menjadi hal yang cukup meresahkan para orang tua.

Dalam video yang berdurasi pendek tersebut, terlihat seorang petugas sedang melakukan deteksi pada mainan anak yang berbentuk bola dan memancarkan sinar berwarna warni. Dari hasil pendeteksian itu, diketahui bahwa zat yang terkandung dalam bola adalah jenis metamphetamina yaitu jenis narkoba, termasuk golongan I.

Bola mainan anak berisi narkoba yang menjadi barang bukti pihak kepolisian.

Sebagaimana diketahui dari klasifikasi narkotika memang terdapat tiga golongan. Golongan I berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan. tidak digunakan untuk terapi. Contohnya heroin, kokain, ganja.

Narkotika golongan II berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan, digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contohnya morfin dan pertidin. Narkotika golongan III yaitu narkotika yang berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contohnya codein.

Menyikapi dampak narkotika dalam bentuk mainan anak tersebut, Komisoner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty, meminta agar aparat dapat menarik seluruh peredaran mainan tersebut di pasaran. Baik yang sudah terdistribusi maupun yang masih berada di lokasi-lokasi transit seperti pelabuhan dan bandara serta gudang-gudang penyimpanan lainnya.

BAJA JUGA :   Begini Cara DP3A Tanjungpinang Lindungi Anak dari Kecanduan Gadget

‘’Hal ini guna memastikan agar barang berbahaya dalam mainan tersebut tidak sampai ke tangan anak-anak, apalagi bila ada anak sampai mengkonsumsinya atau meminumnya karena sangat berbahaya,’’ ujar Sitty.

KPAI juga mengimbau pada para orang tua, guru maupun pengasuh agar mengamankan dan bahkan memusnahkan barang tersebut, jika sudah terlanjur anak atau orangtua membeli dan memilikinya.

BAJA JUGA :   Waspada! 90 Persen dari 16.692 Jiwa Korban DBD Diderita Anak

Seperti diketahui, zat metamphetamine, yang termasuk narkotika golongan I ini akan efektif bereaksi mengakibatkan ketergantungan jika dikonsumsi tubuh, memberikan efek sedative (efek menenangkan) bagi yang meminumnya.

Sitti Hikmawati, Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA

“Untuk menjaga kewaspadaan sebaiknya benda-benda yang demikian memang dijauhkan dari jangkauan anak, kalau perlu langsung dimusnahkan,” kata Sitti saat dijumpai di Kantor KPAI Jakarta, Selasa (4/2/2020).

KPAI meminta aparat penegak hukum berkoordinasi dengan BPOM dan BNN agar bisa melakukan pendalaman lebih lanjut mengenai permasalahan narkoba dalam mainan anak tersebut.

BAJA JUGA :   Angka Putus Sekolah di Indonesia Mengkhawatirkan

Berdasarkan pantauan data di KPAI, kasus adiksi narkoba ini masih akan terus mengalami trend kenaikan dengan usia penderita yang semakin muda. Adanya celah dalam UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana pada Anak, menjadi bagian yang kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba dengan menjadikan anak-anak sebagai kurir, pengedar maupun pemakai narkoba.

‘’Ini harus terus kita antisipasi agar angkanya tidak meningkat. Memasukkan narkoba dalam mainan anak-anak inipun merupakan modus baru dalam peredaran narkoba. Semua pihak harus bergandengan tengan melindungi anak-anak tercinta, termasuk mendeteksi dan mematahkan modus-modus baru dalam penyebaran narkoba,” tutupnya.*

Sumber:siagaonline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here