Tokoh Batam Yakin STIT Internasional Muhammadiyah Batam Bisa Maju dan Lulusannya Dibutuhkan

0
192
Foto bersama beberapa tokoh Batam dan peserta acara Tokoh Batam Bincang Pendidikan yang digelar STIT Internasional Muhammadiyah Batam, di Hotel Golden View, Batam, Minggu (9/2/2020) malam.

BATAM, LINDUNGIANAK.COM – Dua prodi yang dimiliki Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Internasional Muhammadiyah  Batam yaitu Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Pendidikan Bahasa Arab (PAB) dinilai akan sangat diminati masyarakat dan bisa berkembang dengan baik melihat kebutuhan akan lulusan kedua prodi tersebut baik di Kepri Batam maupun di kawasan regional.

Apalagi kampus baru milik Muhammadiyah Batam ini sudah memiliki beberapa mahasiswa yang berasal dari beberapa negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Philipina, Thailand, Vietnam dan lainnya. Mahasiswa yang berasal dari negara tetangga tersebut umumnya meminati prodi bahasa pendidikan Arab untuk kelas internasional.

Kepala Kemenag Kota Batam Zulkarnaen Umar menilai, Prodi PIAUD akan sangat diminati oleh masyarakat Kepulauan Riau terutama Kota Batam yang memiliki banyak usia produktif.

Ustadz drh Zainul Muslimin, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur saat jadi pembicara di depan beberapa tokoh Batam dalam acara Tokoh Batam Bincang Pendidikan yang digelar STIT Internasional Muhammadiyah Batam.

‘’Batam ini banyak usia produktif sehingga angka kelahiran anak sangat tinggi. Ini membuat angka kebutuhan guru-guru untuk anak usia dini sangat banyak. Program PIAUD yang dikelola Muhammadiyah Batam ini sangat dibutuhkan dan lulusannya bisa mengisi kebutuhan guru PAUD yang ada,’’ ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Bincang Pendidikan Kota Batam yang digelar oleh STIT Internasional Muhammadiyah Batam, Minggu (9/2/2020) malam di Hotel Golden View, Batam.

BAJA JUGA :   KPAI: Jangan Unggah KIA di Medsos

Dijelaskan Zulkarnaen Umar, guru-guru PAUD yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang demikian tinggi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas SDM.

‘’Dari sisi SDM, guru yang banyak mengajar saat di PAUD belum lulusan sarjana PAUD. Masih banyak lulusan SMA yaitu sekitar 80 persen. Ini peluang bagaimana PIAUD STIT  Internasional Muhammadiyah Batam bisa berkembang dan maju,’’ ujar Zulkarnaen.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh Batam, praktisi pendidikan, birokrat dan pengusaha yang memberikan perhatian pada kemajuan pendidikan di Kota Batam.

Acara dinner dengan tema Pendidikan Batam yang Berkemajuan tersebut mendapat respon yang baik dari tamu yang hadir dengan berbagai masukan dan investasi di bidang pendidikan dengan mau memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu sehingga bisa kuliah hingga tamat.

Melihat peluang kemajuan pendidikan yang dikelola STIT  Internasional Muhammadiyah Batam, pengusaha Hendri Minit mengusulkan supaya STIT  ini juga membuka jurusan lain seperti Pendidikan Bahasa Inggris.

BAJA JUGA :   KPPAD Kepri Sorot Peran Orangtua Terkait Anak Keluyuran Malam Hari

‘’Bahasa Inggris ini sangat penting melihat kebutuhan pasar dunia tenaga kerja saat ini dan kedepan baik di Batam maupun di beberapa nengara tetangga,’’ ujar pengusaha yang juga memiliki yayasan pendidikan di bidang kesehatan ini.

Ir Hj Indrastuti MM MSc Phd selaku Ketua  BPH STIT  Internasional Muhammadiyah Batam dalam pemaparannya mengatakan, STIT Internasional Muhammadiyah Batam bekerjasama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) sehingga sebagian besar mahasiswa-mahasiswi Mahad Said bin Zaid Batam juga menjadi mahasiswa-mahasiswi di STIT Internasional Muhammadiyah Batam.

Mahasiswa-mahasiswi STIT Internasional Muhammadiyah Batam saat ini selain berasal dari beberapa negara tetangga, untuk di Kepri sendiri banyak berasal dari pulau-pulau.

‘’Setelah lulus nantinya mereka akan kembali ke kampungnya dan mengajarkan di sana dengan bekal  ilmu yang didapatkan dari STIT Internasional Muhammadiyah Batam,’’ ujarnya.

Saat ini STIT Internasional Muhammadiyah Batam baru memiliki dua prodi. Dalam rapat BPH STIT Internasional Muhammadiyah Batam beberapa waktu lalu rencananya akan dibuka beberapa prodi lagi dengan mempertimbangkan aspek peluang dan pasar yang ada.

Acara Bincang Pendidikan ini menghadirkan pembicara Ustadz drh Zainul Muslimin, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang juga  Ketua LazisMu Jawa Timur.

BAJA JUGA :   Terbentuk Relawan Perlindungan Anak di Kota Batam

Zainul Muslimin yang juga seorang pengusaha bidang peternakan ini mengatakan, orang-orang terkaya seperti Warren Buffett dan  Steven Jobb di dunia sekitar 90 persen menginvestasikan kekayaannya di bidang sosial, pendidikan dan kemanusiaan.

‘’Justru dengan seperti itu usahanya tambah berkembang. Padahal mereka bukan Islam, namun mereka sudah melaksanakan ajaran yang terkandung dalam Islam. Di Islam sendiri, bagaimana Usman bin Affan dan Sahabat lainnya mendermakan hartanya untuk umat dan harta tersebut terus berkembang sampai saat ini,’’ ujar Zainul.

Investasi yang diberikan tokoh di Batam di bidang pendidikan ini, kata Zainul,  akan membawa Batam kepada kemajuan, dinikmati masyarakat banyak dan akhirnya juga membawa keberkahan dan kemajuan bagi pengusaha dan tokoh yang memberikan beasiswa.

Sementara itu, Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam Arifuddin Jalil SAg, MIKom mengatakan bahwa investasi yang diberikan tokoh Batam tersebut akan dikelola dengan baik dan transparan sehingga bisa dinikmati mahasiswa berprestasi dan membutuhkan.(ery syahrial)

Brosur STIT Muhammadiyah Internasional Batam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here