Viral di Media Sosial Video Siswi SMP Dibully Tiga Siswa, Polisi Bentuk Tim Khusus

0
603
Screenshot video bully beberapa siswa SMP terhadap seorang siswi SMP yang sedang viral. Kejadian di salah satu SMP di Purworejo, Jawa Tengah.

JAWATENGAH, LINDUNGIANAK.COM – Viral di media sosial, video aksi bully tiga siswa kepada seorang siswi di dalam kelas salah satu SMP swasta Purworejo. Video  berdurasi 28 detik itu beredar di media sosial, terutama Instagram dan WhatsApp Group dan sebelumnya di Facebook.

Tak hanya menampar atau memukul, beberapa tendangan juga dilancarkan dalam video tersebut. Ada juga yang memukul menggunakan gagang sapu ijuk.

Siswi bersangkutan hanya bisa duduk di kursi membenamkan kepalanya dalam-dalam ke meja. Dia terdengar menangis tersedu-sedu. Teman-temannya yang melakukan perundungan malah tertawa sambil terus berulah.

Berikut narasi yang dilampirkan dalam keterangan video yang beredar di media sosial tersebut;

Tlg sebarin aduh benar sakit hati menangis mimin liat kaya gini.Kelakuan bejad anak² jaman sekarang. Sekolah tuh buat nuntut ilmu bentuk karakter supaya baik bukan malah kelakuan kaya preman

Ngebully anak org apalagi anak perempuan main pukul main tendang emang kalian pikir itu ga sakitt…

Tolong Viralkan biar anak² bego divideo ini di DO aja dari sekolahnya apalagi anak cewe yg dibully ini kekurangan ga kaya anak normal. Kejadiannya di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

Tribunjateng.com pun mengonfirmasi kejadian itu ke Polres Purworejo. Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani, yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

BAJA JUGA :   Caleg yang Buron Usai Cabuli Anak Kandung Ditangkap Polisi

“Ya (kejadian di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo), tapi untuk ininya baru kita dalami. Intinya dari Polres Purworejo baru mendalami kasus itu. Itu saja, infonya masih terbatas dulu karena kami perlu konfirmasi-konfirmasi, mas,” jelasnya.

Kompol Andis menambahkan, Kapolres Purworejo sudah membentuk tim untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

Pada intinya, lanjut Andis, Polres Purworejo baru menerima laporan dan menindaklanjuti.

“Nanti dululah kalau masalah jumlah pelaku ya. Karena masih pendalaman,” kata mantan Kapolsek Semarang Utara itu.

Keluarga Korban Sudah Melapor ke Polisi

Sesuai informasi yang beredar, pihak siswi yang dibully melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian pada pukul 16.00 WIB.

“Yang melapor seorang wanita,” kata informan Tribunjateng.com yang meminta identitasnya tak disebutkan.

Lebih lanjut,  dia enggan menjelaskan perempuan yang dimaksud serta detail pelaporannya.  “Pelaporannya terkait penganiayaan siswa. Itu saja,” tambahnya.

Belum diketahui mengapa jarak antara pelaporan dan kejadian begitu jauh, berselang beberapa jam.

Sumber itu menyebut identitas dan alamat masing-masing yang terlibat namun meminta disimpan mengingat pelaku dan korban sama-sama di bawah umur. Dari keterangan sumber lain, diketahui bahwa pelapor adalah ibu korban.

BAJA JUGA :   Terkait Kecelakaan Siswa SD Bawa Motor, Orangtua Bisa Disalahkan

Ibu korban mengetahui bullying terhadap anaknya setelah melihat video kejadian di tempat kerja pukul 10.00. Dia kemudian pulang ke rumah memberi tahu suaminya atau ayah korban.

Mereka kemudian datang ke sekolah menanyakan kebenaran adanya perundungan tersebut. Setelah mendapat jawaban, kemudian ibu korban melaporkannya ke Polsek Butuh.

Gubernur Jateng Langsung Merespon

Di Semarang, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak menyangka kali pertama mengetahui aksi bullying antarsiswa di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menelepon kepala sekolah SMP Muhammadiyah Purworejo agar menindaklanjuti kasus tersebut.

Begitu melihat video yang viral tersebut, Ganjar berujar langsung menelepon kepala sekolah terkait.

“Saya sudah telepon Kaseknya.Sudah ditangani sekolah, saya sedang minta detilnya,” kata Ganjar dalam pesan singkat, Rabu (12/2/2020) malam.

Ganjar mengatakan kasus tersebut sudah ditangani kepala sekolah dan polisi setempat.

“Besok saya minta pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo turun untuk klarifikasi, sekaligus mengambil tindakan.”

“Karena mereka masih anak-anak, saya minta diberikan konseling bersama ortunya,”tambah Ganjar.

 Perundungan Juga Terjadi di Malang

Sebelumnya viral kasus bully yang diduga dilakukan tujuh siswa di SMPN 16 Kota Malang, Jawa Timur, kepadaMS (13).

Para pelaku yang diduga melakukan aksi perundungan terhadap MS tersebut mengaku telah melakukan aksi kekerasan meski dilatarbelakangi dengan motif bercanda.

BAJA JUGA :   Considering Immediate Methods In Wife Now

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, tubuh MS sempat diangkat beramai-ramai, kemudian korban dibanting di lantai paving oleh teman-temannya.

“Diangkat beramai-ramai begitu. Terus dibanting ke paving dalam kondisi terlentang,” kata Leonardus.

Tak hanya itu, korban juga sempat dilempar ke pohon oleh para pelaku dengan cara yang sama.

Kata Leonardus, para pelaku mengaku melakukan hal itu kepada MS karena iseng atau bercanda. Mereka tak sadar atas perbuatannya itu dapat membahayakan korban.

“Kejadian itu dilakukan saat sekolah lagi istirahat. Mengakunya mereka iseng bercanda,” kata Leo.

Kasus tersebut mencuat, setelah MS atau korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Akibat perlakuan tujuh temannya itu, MS kini juga kehilangan jari tengahnya.

Pasalnya, saat dilakukan observasi tim dokter Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang, tempat MS dirawat, jari tengahnya itu mengalami luka lebam yang cukup parah. Sehingga mengharuskan untuk diamputasi.

“Tadi malam pascaoperasi dia nangis,” kata Taufik (47), paman MS saat ditemui di Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang, Rabu. *

Sumber: tribunjateng.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here