Tiga Pelajar Pelaku Bullying Siswi SMP di Purworejo Jadi Tersangka

0
2803
Tiga siswa SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo jadi tersangka karena melakukan kekerasan terhadap seorang siswi yang merupakan teman sekelasnya. Sampai saat ini upaya mediasi belum berhasil

JAWA TENGAH, LINDUNGIANAK.COM – Viral di media sosial video tiga pelajar melakukan aksi kekerasan terhadap seorang siswi SMP di Purworejo. Aksi perundungan atau bullying terhadap seorang siswi di sebuah SMP Kabupaten Purworejo ini berbuntut panjang.

Pasca viralnya video perundungan tersebut, Polres Purworejo turun tangan melakukan penyelidikan. Hasilnya tiga pelajar pelaku aksi kekerasan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka hari ini,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iskandar F.Sutisna, Kamis (13/2).

Iskandar menyebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

BAJA JUGA :   Kabur dari Rumah, Dua Gadis Remaja Jadi Korban Pencabulan 3 Orang Pria Baru Dikenal

Peristiwa perundungan itu terungkap setelah video penganiayaan terhadap seorang siswi SMP di Kecamatam Butuh, Kabupaten Purworejo, tersebut beredar di media sosial.

Tak hanya melakukan aksi perundungan, ketiga siswa laki-laki dalam video berdurasi 29 detik itu juga tampak melakukan aksi kekerasan. Mereka memukul kepala dan menendangi siswa perempuan yang tengah duduk menulis di sebuah meja.

Selama aksi berlangsung, siswi tersebut terlihat ketakutan dan tak kuasa menahan rasa tangis. Ia juga menunduk menahan rasa sakit.

Dari keterangan pelaku yang diperiksa oleh polisi, peristiwa itu diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati ketiga pelaku, yakni  TP (16), DF (15), dan UHA (15) yang dilaporkan oleh korban kepada gurunya.  Korban mengadu kepada gurunya karena sempat dimintai uang oleh para pelaku.

BAJA JUGA :   Lima Siswa SMP Keroyok Sekuriti Sekolah hingga Berdarah

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, Kamis (13/2/2020)  menjelaskan, penganiayaan terjadi pada Selasa (11/2/2020), sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban CA (16) berada di kelas sedang mengerjakan tugas bersama teman-temannya, termasuk tersangka UHA.

Tersangka TP dan DF yang merupakan kakak kelas korban masuk ke dalam kelas sambil membawa sapu. TP mendekati korban sambil mengatakan meminta uang Rp 2.000 kepada korban.

BAJA JUGA :   Remaja 13 Tahun Disiram Air Cabai dan Dikeroyok Warga hingga Tewas

“Korban menjawab ‘ojo (jangan)’. Selanjutnya DF dan tersangka lainnya melakukan kekerasan. Ada yang menggunakan tangan kosong, ada yang pakai gagang sapu dan kaki,” ujar Rizal.

Penganiayaan itu direkam menggunakan ponsel oleh F yang juga kakak kelas korban. F sendiri disuruh oleh TP untuk memvideokan tindakan itu. Setelah itu TP mengambil paksa uang Rp 4.000 dan mengancam korban agar tidak melaporkan aksi mereka.*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here