Tiga Siswa Pelaku Bully terhadap Seorang Siswi di Purworejo ’’Diamankan’’ Polisi

0
124
Ketiga siswa SMP yang melakukan bully saat ''diamankan'' dan dimintai keterangan.

JAWATENGAH, LINDUNGIANAK.COM – Setelah viral di media sosial, video aksi bully tiga siswa kepada seorang siswi di dalam kelas salah satu SMP swasta Purworejo dan atas laporan orangtua korban ke polisi, akhirnya tiga siswa pelaku bully terhadap seorang siswi tersebut ‘’diamankan’’ pihak kepolisian Polres Purworejo.

Ketiga pelajar SMP tersebut menjalani proses hukum di kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun apakah dilakukan diversi atau diselesaikan di luar peradilan dengan musyarawah melibatkan pihak terkait atau proses hukum berlanjut masih menunggu proses yang sedang berjalan.

Beragam komentar netizen terkait hukuman bagi pelaku bullying tersebut. Termasuk dalam perdebatan di grup di Komisi Perlindungan Anak. Ada netizen yang berharap proses hukum terhadap ketiga siswa tersebut berlanjut dengan hukuman pidana, dan ada juga yang berharap ketiganya harus menjalani rehabilitasi dan mendapatkan bantuan psikolog.

BAJA JUGA :   Polisi Ungkap Jaringan Prostitusi Anak di Apartemen, Korban Alami Penganiayaan

Sementar di kalangan komisioner Komisi Perlindungan Anak berharap ketiga siswa tersebut tetap diberikan saksi, namun bukan sanksi pidana atau lewat putusan pengadilan. Namun berdasarkan putusan diversi yang melibatkan korban, pelaku, orang tua korban, orangtua pelaku, pihak sekolah dan lembaga lainnya.

‘’Ketiga pelaku tetap diberikan sanksi. Hukuman yang diberikan tersebut bersifat mendidik agar tidak terulang lagi kasus-kasus bullying seperti itu. Jangan sekadar salaman habis itu selesai, nanti muncul lagi kasus seperti itu,’’ harap Khiruddin Marpaung, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) di salah satu kabupaten di Sumatera Utara.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah(KPPAD) Natuna Susilawati berharap pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan (preventif) kekerasan di sekolah.

‘’Upaya selama ini masih banyak penanganan (kuratif) kekerasan di sekolah. Begitu ada kasus baru sibuk ditangani, upaya pencegahannya masih kurang,’’ ujar Susulawati.

BAJA JUGA :   Kekerasan untuk Alasan Disiplin Berdampak Buruk bagi Tumbuh Kembang Siswa

Seperti diberitakan sebelumnya, video  berdurasi 28 detik itu beredar di media sosial, terutama Instagram dan WhatsApp Group dan sebelumnya di Facebook.

Tak hanya menampar atau memukul, beberapa tendangan juga dilancarkan dalam video tersebut. Ada juga yang memukul menggunakan gagang sapu ijuk.

Siswi bersangkutan hanya bisa duduk di kursi membenamkan kepalanya dalam-dalam ke meja. Dia terdengar menangis tersedu-sedu. Teman-temannya yang melakukan perundungan malah tertawa sambil terus berulah.

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani, yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut.

“Ya (kejadian di SMP Muhammadiyah Butuh Purworejo), tapi untuk ininya baru kita dalami. Intinya dari Polres Purworejo baru mendalami kasus itu,” jelasnya.

Kompol Andis menambahkan, Kapolres Purworejo sudah membentuk tim untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

Keluarga Korban Sudah Melapor ke Polisi

Sesuai informasi yang beredar, pihak siswi yang dibully melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian pada pukul 16.00 WIB.

BAJA JUGA :   Kasus Anak Meningkat, Jokowi Minta Ada Hukuman yang Memberi Efek Jera

“Yang melapor seorang wanita,” kata informan Tribunjateng.com yang meminta identitasnya tak disebutkan.

Lebih lanjut,  dia enggan menjelaskan perempuan yang dimaksud serta detail pelaporannya.  “Pelaporannya terkait penganiayaan siswa. Itu saja,” tambahnya.

Belum diketahui mengapa jarak antara pelaporan dan kejadian begitu jauh, berselang beberapa jam.

Sumber itu menyebut identitas dan alamat masing-masing yang terlibat namun meminta disimpan mengingat pelaku dan korban sama-sama di bawah umur. Dari keterangan sumber lain, diketahui bahwa pelapor adalah ibu korban.

Ibu korban mengetahui bullying terhadap anaknya setelah melihat video kejadian di tempat kerja pukul 10.00. Dia kemudian pulang ke rumah memberi tahu suaminya atau ayah korban.

Mereka kemudian datang ke sekolah menanyakan kebenaran adanya perundungan tersebut. Setelah mendapat jawaban, kemudian ibu korban melaporkannya ke Polsek Butuh.(ery)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here